Prodi Pendidikan Bahasa Jawa UNY Gandeng UPI dan Universität zu Köln Teliti Etnomatematika dalam Peribahasa Jawa dan Jerman

Yogyakarta — Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa, FBSB Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sedang menjalankan penelitian lintas budaya berjudul Representasi Etnomatematika Jawa dalam Teks, Ungkapan, dan Praktik Budaya Jawa: Studi Pendidikan Lintas Budaya Indonesia–Jerman. Penelitian ini didanai skema Riset Kolaborasi LPTK Indonesia (RKLI) 2026 dan berlangsung dari 24 Juni sampai 30 November 2026.

Tim diketuai Prof. Dr. Suwardi, M.Hum., dengan anggota Dr. Venny Indria Ekowati, M.Litt. (filologi Jawa) dan Drs. Tuharto, M.Si. (pendidikan matematika). UNY bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Nur Hafiz Abdurahman, Ph.D., Prof. Ika Lestari Damayanti, Ph.D., dan Dr. Hernawan, M.Pd. Mitra luar negerinya adalah Prof. Edwin Wieringa, Ph.D. dari Universität zu Köln, Jerman. Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Jawa, Pendidikan Matematika, dan program doktor Bastrada.

Penelitian ini mengkaji cara konsep matematika hidup dalam peribahasa. Tim menyaring 982 entri peribahasa Jawa dan 52 idiom Jerman. Hasilnya, ada 60 peribahasa Jawa dan 41 idiom Jerman yang memuat unsur matematis. Keduanya dianalisis dari delapan aspek: bilangan, operasi hitung, rasio dan peluang, pengukuran, paritas dan estimasi, geometri dan ruang, pengelompokan, serta waktu dan siklus.

Temuan sementara memperlihatkan pola yang berbeda. Idiom Jerman lebih sering memakai angka yang eksplisit, peluang, ganjil-genap, dan waktu yang terukur. Sebaliknya, peribahasa Jawa cenderung menyatu dengan satuan ukur tradisional seperti kilan, depa, dan sakêpêl, juga dengan pengalaman tubuh, adat pembagian, arah mata angin, dan pengetahuan musim. Menurut tim, perbedaan ini tidak menunjukkan kemampuan matematis yang lebih tinggi atau lebih rendah. Perbedaan itu menunjukkan jalur budaya yang berbeda dalam mewariskan pengetahuan. Tim juga mengidentifikasi tujuh faktor yang membentuk perbedaan tersebut, antara lain tipologi bahasa, mata pencaharian dan ekologi, sistem kalender, serta kontak budaya dan agama.

Di UPI, bagian penelitian ini mengkaji translanguaging, yaitu pengajaran bahasa Inggris yang memadukan bahasa dan budaya lokal. Kajian dilakukan melalui survei, observasi kelas, dan wawancara di sekolah-sekolah wilayah Bandung Raya.

Sampai tahap laporan kemajuan, satu artikel telah dikirim ke jurnal internasional Proverbium: Yearbook of International Proverb Scholarship (Scopus Q3) dan jurnal IJAL. Dua artikel lain siap dikirim. Tim juga telah menyelesaikan poster riset, IA dengan Universität zu Köln, dan hak cipta atas booklet perbandingan peribahasa.

“Peribahasa ternyata menyimpan cara berpikir matematis suatu masyarakat. Membandingkan Jawa dan Jerman membantu kita melihat kecerdasan lokal Jawa dari sudut pandang global,” ujar tim peneliti.